Rabu, 18 Juni 2014

smart leadership



NAMA                         : ZAINUL MUSTOFA
NIM                 : 2013-21-01-21
PRODI            : ILMU ADM. NEGARA

2. Meningkatnyakualitas mental dan sikap kepribadian seseorang harus di tingkatkan terus, karena jiwa manusia di ciptakan sempurna atau lebih tepatnya dalam proses menjadi sempurna. Oleh sebab itu, ia selalu terbuka dan mampu menerima usaha pembaruan serta perbaikan-perbaikan. Selalu ada kesempatan untuk meningkatkan jiwa manusia menuju proses lebih tinggi atau menuju kesempurnaanya sebagai manusia.
3. Datangnya resiko dalam setiap perubahan. Kadang kala disinilah terjadi kekhawatiran terhadap resiko yang bakal terjadi, sehingga menimbulkan perpecahan atar pemimpin dan bawahannya. Keti terjadi perpecahan antara pemimpin dan bawahan maka sulit untuk menjalankan sebuah visi dengan baik karna bentuk kerjasama sudah tidak terbentuk lagi malah terjadi perpecahan antar keduanya.
4. Memang kegagalan selalu ada dalam setiap usaha, akan tetapi tidak selamanya duduk di bangku kegagalan karna dalam berusaha, semakin di temukan titik kegagalan maka semakin dekat apa yang namanya kesuksesan. Untuk meraih kesuksesan, dapat di mulai dengan melihat ke dalam diri kita sendiri bukan berarti menyalahkan berbagai faktor luar sebagai penyebab kegagalan dalam hidup yang di dapatkan, itu bukan cara yang bijaksana. Maka dari itu, perlu memulai melakukan perubahan dari dalam diri sendiri, terlepas seberapa buruknya keaadan di luar dan juga memulai mengubah cara pandang dan cara pikir dari dalam diri sendiri sehingga dapat mengubah sikap hidup. Seperti yang di nyatakan oleh Dr. Maxwell bahwa perubahan diri selalu di mulai dengan adana perubahan pola pikir, perubahan pola pikir dapat di awali dengan membuka hati dan lebih mendengarkan kata hatinya sendiri. Dengan mengelola pola pikir dan mengendalikanna ke arah yang positif itu sangat penting dalam membantu meningkatkan mental dan memelihara kesehatan jiwa kita. Sama halnya olahraga untuk kesehatan tubuh, maka untuk melatih mental dan kesehatan jiwa, di perlukan olah pikir ke arah yang positif. Dengan mengarahkan pikiran ke sisi yang positif, maka jiwa kita akan menjadi positif dan hidup menjadi positif pula.



Rabu, 04 Juni 2014

Zainul Mustofa

aku ingin dunia ini berubah karena adanya diriku
 

Fungsi Human Relation dalam Kepemimpinan


Dalam kehidupan sehari-hari manusia pasti tidak akan pernah lepas dari yang namanya kebersamaan, Baik kebersamaan dengan keluarga, kerabat, maupun kebersamaan dengan teman-teman. Sehingga manusia dituntut untuk saling berbagi terhadap sesamanya demi menjaga hubungan yang baik selama masih hidup. Maka dari itu, manusia merupakan makhluk yang sering dikatakan “zone politican “ yaitu manusia yang saling membutuhkan satu sama lain. Dan hal tersebut terbukti ketika manusia berinteraksi dalam kehidupan sehari-harinya. Oleh karena itu, membangun human relation adalah suatu hal yang sangat penting untuk saling melengkapi, membina, mengayomi demi terciptanya keharmonisan bersama, dan menghindari kesenjangan atau hambatan-hambatan komunikasi.
Menurut R.F. maier dalam bukunya, Principle of human relation “ hubungan manusiawi dapat dilakukan untuk menghilangkan hambatan-hambatan komunikasi, meniadakan salah pengertian dan mengembangkan segi konstruktif sifat tabiat manusia.” Human relation adalah hubungan yang bersifat intern, sedangkan hubungan yang bersifat ekstern disebut “pubic relation“. Human relation merupakan inti daripada kepemimpinan. Jadi human relation merupakan interaksi yang terjadi dalam kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung, disengaja maupun tidak disengaja, sehingga menimbulkan reaksi terhadap yang lainnya. Dari fungsi human relation tersebut untuk menerapkannya, seorang pemimpin hendaknya dapat mengayomi serta memberikan arahan dan pendekatan terhadap bawahannya ataupun terhadap masyarakat, sehingga human relation tersebut dapat dirasakan bersama dengan baik. Sebagai esensi dari kepemimpinan, pengaruh diperlukan untuk menyampaikan gagasan, mendapatkan penerimaan dari kebijakan atau rencana dan untuk memotivasi orang lain agar mendukung dan melaksanakan berbagai keputusan. Tugas pemimpin tersebut akan berhasil dengan baik apabila setiap pemimpin memahami akan tugas yang harus dilaksanakannya. Oleh sebab itu, kepemimpinan akan tampak dalam proses di mana seseorang mengarahkan, membimbing, mempengaruhi dan atau menguasai pikiran- pikiran, perasaan-perasaan tingkah laku orang lain.
Dari penjelasan di atas bahwasanya membangun human relation merupakan kewajiban individu demi terbentuknya suatu kebersamaan untuk bersatunya antar manusia. Selain itu untuk menjadi pemimpin yang baik, maka terlebih dahulu memperbaiki hubungan sesamanya dengan baik pula. Karena bagaimana mungkin seseorang akan menjadi pemimpin, kalau tidak memperhatikan atau tidak peduli dengan hubungan sesamanya. Seprti halnya tidak memperhatikan sikapnya sendiri, prilakunya, acuh tak acuh dan ironisnya lagi tidak mau tau terhadap keadaan yang lainnya, dan lebih memikirkan dirinya sendiri tanpa menyadari kalau setiap manusia pasti akan saling membutuhkan satu sama lainnya. Oleh karena itu setiap manusia pasti membutuhkan kebersamaan yang baik, karena dengan kebersamaanlah dapat meringankan beban setiap manusia yang sedang dialami dalam hidupnya.