
Fungsi Human Relation dalam Kepemimpinan
Dalam kehidupan sehari-hari manusia
pasti tidak akan pernah lepas dari yang namanya kebersamaan, Baik
kebersamaan dengan keluarga, kerabat, maupun kebersamaan dengan
teman-teman. Sehingga manusia dituntut untuk saling berbagi terhadap
sesamanya demi menjaga hubungan yang baik selama masih hidup. Maka dari
itu, manusia merupakan makhluk yang sering dikatakan “zone politican
“ yaitu manusia yang saling membutuhkan satu sama lain. Dan hal
tersebut terbukti ketika manusia berinteraksi dalam kehidupan
sehari-harinya. Oleh karena itu, membangun human relation adalah suatu
hal yang sangat penting untuk saling melengkapi, membina, mengayomi demi
terciptanya keharmonisan bersama, dan menghindari kesenjangan atau
hambatan-hambatan komunikasi.
Menurut
R.F. maier dalam bukunya, Principle of human relation “ hubungan
manusiawi dapat dilakukan untuk menghilangkan hambatan-hambatan
komunikasi, meniadakan salah pengertian dan mengembangkan segi
konstruktif sifat tabiat manusia.” Human relation adalah hubungan yang
bersifat intern, sedangkan hubungan yang bersifat ekstern disebut “pubic
relation“. Human relation merupakan inti daripada kepemimpinan. Jadi
human relation merupakan interaksi yang terjadi dalam kehidupan manusia
baik secara langsung maupun tidak langsung, disengaja maupun tidak
disengaja, sehingga menimbulkan reaksi terhadap yang lainnya. Dari
fungsi human relation tersebut untuk menerapkannya, seorang pemimpin
hendaknya dapat mengayomi serta memberikan arahan dan pendekatan
terhadap bawahannya ataupun terhadap masyarakat, sehingga human relation
tersebut dapat dirasakan bersama dengan baik. Sebagai esensi dari
kepemimpinan, pengaruh diperlukan untuk menyampaikan gagasan,
mendapatkan penerimaan dari kebijakan atau rencana dan untuk memotivasi
orang lain agar mendukung dan melaksanakan berbagai keputusan. Tugas
pemimpin tersebut akan berhasil dengan baik apabila setiap pemimpin
memahami akan tugas yang harus dilaksanakannya. Oleh sebab itu,
kepemimpinan akan tampak dalam proses di mana seseorang mengarahkan,
membimbing, mempengaruhi dan atau menguasai pikiran- pikiran,
perasaan-perasaan tingkah laku orang lain.
Dari
penjelasan di atas bahwasanya membangun human relation merupakan
kewajiban individu demi terbentuknya suatu kebersamaan untuk bersatunya
antar manusia. Selain itu untuk menjadi pemimpin yang baik, maka
terlebih dahulu memperbaiki hubungan sesamanya dengan baik pula. Karena
bagaimana mungkin seseorang akan menjadi pemimpin, kalau tidak
memperhatikan atau tidak peduli dengan hubungan sesamanya. Seprti halnya
tidak memperhatikan sikapnya sendiri, prilakunya, acuh tak acuh dan
ironisnya lagi tidak mau tau terhadap keadaan yang lainnya, dan lebih
memikirkan dirinya sendiri tanpa menyadari kalau setiap manusia pasti
akan saling membutuhkan satu sama lainnya. Oleh karena itu setiap
manusia pasti membutuhkan kebersamaan yang baik, karena dengan
kebersamaanlah dapat meringankan beban setiap manusia yang sedang
dialami dalam hidupnya.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda